Catatan Iseng part 2

udah beberapa bulan gw bergelar mahasiswa, tapi kata babeh,  gw masih kayak anak SMA (maklum, gw kan awet muda). banyak hal yang berubah dari hidup gw semenjak jadi mahasiswa and tinggal jauh dari ortu, misalnya  jika dulu kalo mau makan tinggal ambil di dapur, tapi kalo sekarang, sebelum makan gw harus periksa isi dompet dulu, ngecek apakah masih ada wajah imam bonjol dan kapten pattimura di dompet gw (karena jarang sekali ada wajah bapak sukarno Hatta di dompet gw), jika ada baru gw bisa makan, tapi yang bikin gw kesel, kadang-kadang ada pelayan KFC (baca warteg) yang ngebuatin pesenan gw sambil manyun, cuman gara-gara gw pesen tahu ama tempe tapi pake sambel yang banyak!!. Sungguh tak mengerti penderitaan menjadi seorang remaja yang ganteng tapi kere seperti gw. Baca pos ini lebih lanjut

Bila Politisi jadi Pemain sepak Bola.

1.Bila terkena kartu merah.
Jawabannya:”bagi saya tidak apa-apa bila diberi kartu merah, asal sesuai dengan peraturan yang ada, silahkan ditinjau kembali”.

2. Bila kalah 1-7.
“Kita telah berhasil memperkecil kekalahan dan telah berhasil mencetak gol ke gawang lawan.”

3. Bila mendapat kartu kuning.
“Pasti ada pihak ketiga mempengaruhi wasit yang ingin mendiskreditkan kita”.

4. Bila dijegal lawan.
“Mereka tidak suka kepada kami dan berusaha dengan segala cara untuk mencederai kami”.

5.Bila menjegal lawan.
“Tindakan ini perlu diambil guna melindungi keamanaan pemain-pemain kami pada umumnya dan pada penjaga gawang kami khususnya”.

6.Bila tertangkap basah memukul pemain lawan.
“Saya tidak bermaksud melukainya, saya hanya mencoba bercanda dengannya untuk meredakan ketegangan”.

7. Bila tertangkap basah berpura-pura sakit di kotak pinalti lawan.
“Ajaib..rasa sakit saya bisa menghilang sekejap saja….”

8.Bila dibangkucadangkan pada pertandingan penting.
“Saya harus melihat dan menganalisa pertandingan ini dari pinggir lapangan, karena saya berada di luar lapangan maka otomatis jangkauan saya melihat pola permainan lawan lebih luas daripada mereka yang sedang bermain, maka saya akan memberi petunjuk kepada teman-teman, bagaimana strategi yang
tepat untuk mengalahkan lawan.”

9. Bila bermain jelek.
“Kami tidak bermain jelek, merekalah pengamat yang tidak mengerti pola permainan kami”.

10. Bila tersisih di ronde awal.
“Lawan-lawan kami bermain curang, mereka memiliki wasit dan penjaga garis yang bisa dibeli”.

11. Bila pendukung teamnya berbuat rusuh.
“Pendukung team lawan berusaha memancing amarah pendukung kami, jadi jangan salahkan mereka bila mereka menjadi beringas”.

12. Bila terjadi perpecahan dalam team.
“Tidak ada perpecahan di kesebelasan kami. Hanya perbedaan sedikit pendapat saja, bagaimanapun juga kami tetap kompak dan bersatu di bawah komando pelatih”.

13. Bila dijauhi banyak pendukungnya.
“Mereka yang tidak mendukung kami lagi hanyalah segelintir orang saja”.

14. Bila tertangkap basah menggunakan obat-obatan.
“Ada pihak yang telah membohongi saya, mereka bilang ini obat untuk menyembuhkan penyakit batuk saya”.

15. Bila dipecat dari teamnya.
“Saya ingin beristirahat untuk jangka waktu tertentu”.

Catatan Iseng

demi mengejar cita-cita dan jihad melawan kebodohan (hehehe) gw sekarang merantau di Bandung and kuliah di suatu Universitas yang bernama UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA, orang orang keren pasti tahulah sama kampus itu!!! hehehe. Pertama kali gw tahu UNIKOM itu dari acara berita di salah satu stasion TV swasta yang mewawancarai tim robot dari UNIKOM yang berhasil menang di kontes robot international, gw yang waktu itu lagi bingung sebingung bingungnya dalam menentukan masa depan langsung membuat rencana seperti ini:

  1. Baca pos ini lebih lanjut